Tim Relawan di Lokasi Gempa Sumatera
Posko Relawan JPMP – Laznas BMT ICMI, bergerak memberikan bantuan yang dibutuhkan para survivor Gempa Sumatera. ”Sekitar 300 KK korban di Jorong Alamanda Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kab. Pasman Barat sampai pagi ini belum mendapatkan tenda/ terpal untuk bernaung sementara dan sampai tadi malam masih banyak yang memanfaatkan kandang ternaknya sebagai alternatif tempat tinggal, “ ungkap Dinul Husnan, salah seorang relawan (12/ 10).
Dari hasil telusuran tim relawan, di Kabupaten Pasman Barat dan Agam saja masih terdapat ribuan masyarakat yang tidur di alam terbuka memanfaatkan teras rumah yang tersisa, kandang ternak dan penjemuran gilingan padi dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, tanpa kecuali anak-anak dan balita. Akibatnya puluhan balita mengalami sakit malaria, batuk dan diare. karena itu selain bantuan makanan dan pakaian, perlu disegerakan kebutuhan tempat tinggal darurat.
Kantor BMT Rusak Berat
Selain menelan korban jiwa dan luka-luka berat, Gempa Sumatera juga melumpuhkan sendi-sendi ekonomi mikro, tak terkecuali Kantor BMT KUBE Sejahtera Kota Padang 050 di jalan Simpang Tabing- Lubuk Minturun, Samping Kantor Lurah Bungo Pasang- Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
”Saya mengetahui saat mengeceknya esok hari pasca gempa. Kantornya hancur. tidak bisa ditempati lagi dan kaca pecah semua. Sebagian besar anggota nasabahnya pun kena karena mereka berada di daerah rawan gempa,” sebut Nadirman Koordinator Posko kemanusiaan Laznas ICMI di Sumatera Barat ( 08/ 10).
Namun hingga hari ini, pusat kegiatan ekonomi umat di jantung Kota Padang itu tetap beroperasi sementara di posko salah satu karyawan BMT sambil masih mengevakuasi barang-barang. ”Sekarang penerangan belum stabil dan kami masih membereskan puing-puing dan barang-barang yang masih bisa dipakai,” imbuhnya.
Sebagian pengurus BMT dan relawan sehari sejak kejadian gempa langsung bergerak mengecek keadaan seluruh anggota-anggota BMT KUBE 050. ”Alhamdulillah, korban nyawa tidak ada tapi rumah termasuk tempat usaha mereka rusak berat. Sebagian besar tinggal di daerah dekat pantai,” sebutnya.
Lebih lanjut Nadiman memaparkan, yang sangat dibutuhkan adalah pemulihan usaha para anggota BMT. Seperti diketahui, modal yang ada selama ini sudah terpakai setelah lebaran dan barang-barang kebutuhan serba mahal. Untuk mulai usaha diperlukan pinjaman kembali dan membina secara psikologis dengan membangkitkan semangat usaha lagi. ”Kita mendata mereka, berapa butuh dana lagi. Itu yang kami harapkan dari bantuan-bantuan yang ada setidaknya untuk satu tahun pemulihan ini,” pungkas Nadirman.
Salurkan bantuan anda untuk saudara-saudara kita di Sumatera Barat ke: Rek. LAZNAS BMT pada Bank Syariah Mandiri, Cab. Warung Buncit No. 0030072281/ Bank Muamalat No. 301.00494.15/ Bank Mandiri, Cab. Warung Buncit. No. 127.0004048409







